Baju Baru untuk Ibu

Laznas BSM Umat - Hari itu bertepatan dengan Ramadhan 1439 H hari ke 14, saya berkesempatan untuk menghadiri acara Sahabat Belanja Yatim (SBY) di BSM Region V/Jawa 2. Sebuah acara hasil kerja sama antara BSM, Laznas BSM Umat, dan Toko Busana Muslim Rabanni, yang diperuntukkan bagi anak yatim, piatu, atau dhuafa agar bisa punya baju baru saat Lebaran nanti.

Acara berlangsung semarak, sekira 100 anak yatim, piatu dan dhuafa tampak riang gembira, antusiasme mereka tergambar dari senyum serta tawa mereka yang merekah, outlet Rabbani, Surabaya, Rabu 30 Mei 2018. Demikian juga dengan panitia dari Region V/Jawa 2 yang dengan sigapnya membantu adik-adik yatim, piatu dan dhuafa berbelanja baju baru. Voucher senilai Rp500 ribu diberikan per anak untuk dibelikan baju baru di outlet tersebut.

Hari itu suara tawa, canda, meramaikan lingkungan. Celotehan khas mereka mewarnai seisi ruangan gerai demi gerai di Rabbani. Semuanya berjalan dengan lancar dalam semangat #bsmmengalirkanberkah dan saya pun larut dalam hiruk pikuk anak-anak yang berlarian kesana kemari untuk memilih baju barunya.

Ketika anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa ini telah selesai memilih baju kesukaannya, lalu mereka pun diarahkan ke kasir untuk membayar pakaian yang mereka pilih, dengan voucher yang telah dibagikan. Melihat kondisi antrian yang lumayan panjang, saya pun memutuskan untuk berkeliling melihat-lihat anak-anak yang tengah membawa belanjaannya.

Saya terhenti di salah seorang anak dengan tenang saya mendekatinya dan menanyakan tentang baju barunya. "Kenapa nak kamu hanya segini pakaian kamu, sedangkan yang kamu pegang justru baju ibu-ibu dan kerudung," tanya saya.

"Iya Pak, ini baju dan kerudung untuk Ibu saya," jawab bocah yatim ini yang diberikan kesempatan untuk membeli baju baru di otlet Rabbani, dalam kegiatan Sahabat Belanja Yatim (SBY), Rabu 30 Mei 2018.

Jawaban anak yang diketahui bernama Laisnajair Sulaiman (peci putih di foto) ini membuat seketika saya terdiam. Ada sesak dan pedih yang saya rasakan saat itu. Bocah lugu dan kurus yang berumur 10 tahun ini masih sempat memikirkan ibunya, di tengah keramaian teman sebayanya memilih corak dan warna baju baru untuk mereka.

Siswa kelas 4 SD di SDN Gunungsari 1 Surabaya ini dengan rela menyisihkan jatah vouchernya untuk ibunda tercinta. "Pengen kasih untuk Ibu," singkatnya lagi.

Ya Allah, teguran ini datang dari seorang bocah laki-laki ini kepada hamba yang belum sepenuhnya bersyukur atas Rahmat Mu. Saya berdoa semoga Allah SWT mengokohkan hati Najair dalam keImanan dan keIslaman, sehingga tumbuhlah dia menjadi anak yang soleh. Semoga Allah SWT mensentosakan jiwa dan raganya agar tercapai cita-citanya menjadi Tentara terwujud.

Teruntuk Ibunda Najair, Ibu Ana Tri Novia yang sehari-hari berjualan jajanan anak-anak untuk menyambung hidup, bersyukurlah memiliki buah hati seperti Najair. Bahwa himpitan kekurangan dalam hidup, tak menjadi penghalang bagi Najair untuk tetap memberi Ibundanya sesuatu.

Semoga semakin banyak anak-anak yang mencintai Ibundanya seperti halnya Najair. Setelah melihat Najair dan dia pun langsung menuju kasir, saya pun terdiam dan mencari tempat sepi. Tanpa terasa setetes air mata ini jatuh, menyaksikan pelajaran kehidupan yang baru saya alami tadi.

Acara Sahabat Belanja Yatim, Surabaya 30 Mei 2018
Gunawan Arif Hartoyo (BSM Region V/Jawa 2)