Beasiswa Sahabat Pelajar Indonesia BSM Umat

BSM Umat - Saya harus berjalan kaki 6 kilo hanya untuk menuntut ilmu

Pendidikan adalah hal yang fundamental bagi masa depan negara kita, Indonesia. Hal ini tidaklah lepas dari perhatian BSM Umat dalam membangun masyarakat yang mandiri di masa depan. Untuk itulah BSM Umat resmi meluncurkan program Sahabat Pelajar Indonesia angkatan 2018. Ratusan dari seluruh Indonesia telah menerima manfaat beasiswa dari BSM Umat. Salah satunya adalah M Husni yang kini tercatat sebagai siswa di SMA N 8 Bekasi. Siswa yang juga seorang atlet Pecak Silat dari Jawa Barat ini adalah siswa kelas 2. Olahraga Pencak silat yang kuasainya telah memberikan torehan prestasi luar biasa, baik untuk sekolah dan daerah yang telah ia bela, Jawa Barat. Namun kilauan prestasinya tidak berbanding lurus dengan perekonomian keluarganya.

Berangkat dari keluarga yang sangat sederhana, M Husni tidak pernah kenal lelah dalam menggapai cita-cita. Ibunya adalah seorang penjual buah yang setiap hari harus berkeliling dari satu kampung kekampung lainnya hanya untuk menyekolahkan anak kesayangannya tersebut. Bahkan setiap subuh, anak tunggal tersebut harus membantu ibunya berjualan terlebih dahulu di Pasar Kranji, Bekasi. Saat jam menunjukan pukul 6, Husni harus berpamitan dengan orang tua satu-satunya tersebut untuk berangkat menuntut ilmu. Satu lagi hal cukup menyayat hati, anak ini berangkat dengan berjalan kaki dari Pasar Kranji ke SMA N 8 Bekasi yang berada di Pekayon, Bekasi Selatan, karena sepeda adalah hal yang mewah untuk Husni dan orang tuanya. Husni harus berjalan selama lebih dari satu jam dan menempuh jarak 6 Kilometer hanya untuk sampai ke sekolah dan belajar untuk masa depannya yang lebih baik. Walaupun penuh dengan prestasi namun hidupnya jauh dari kata mewah. Husni belum pernah mendapatkan beasiswa apapun dan dari manapun sebelumnya.

Selain Husni, ada juga Bunga. Perempuan berparas cantik ini adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ibunya hanyalah ibu rumah tangga yang harus mengurus adiknya yang masih sangat kecil, dan ayahnya adalah seorang buruh panggul di toko bahan bangunan. Walaupun tidak memiliki pendidikan tinggi, kedua orang tuanya ingin anak-anak mereka tidak merasakan hal yang sama seperti mereka, hidup susah. Walaupun hidup serba kekurangan, hal tersebut tidak mengurungkan niat Bunga untuk bersekolah dan memperbaiki kehidupannya serta membahagiakan orang tuanya. "Jika saya bertemu dengan para kakak asuh dari sahabat yang telah membantu saya untuk bersekolah, saya ingin mengucapkan terima kasih telah membantu orang tua saya dalam membiayai sekolah dan membelikan buku-buku sekolah yang saya tidak mampu untuk memberlinya" tutur bunga kepada BSM Umat.

Sampai saat ini Sahabat Pelajar Indonesia telah membantu ratusan siswa/i dari beragam daerah untuk tetap bersekolah dan mempunyai masa depan yang cerah.