Ekspedisi #MelawanAsap Mandiri Syariah.

BSM Umat - Cerita ekspedisi #MelawanAsap <Part 1>

Riau, 19/09/2019. Bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pekanbaru Riau dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah menyita banyak perhatian baik dari Pemerintah, pemerhati lingkungan, masyarakat dan juga dari Bank Mandiri Syariah. Dampak bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut mengakibatkan polusi udara berupa asap yang berimbas kepada terganggunya kesehatan pernafasan masyarakat di lokasi kejadian dan juga di wilayah sekitarnya bahkan merambah sampai ke negara tetangga seperti Singapore, Malaysia dan Thailand.

Bank Mandiri Syariah dan LAZNAS BSM Umat bersinergi bahu membahu membantu masyarakat yang terdampak polusi asap melalui Ekspedisi #MelawanAsap Mandiri Syariah. Jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak polusi asap melalui ekspedisi tersebut yaitu berupa Rumah Aman Asap dimana masyarakat yang kesulitan mendapatkan sirkulasi udara yang baik dapat memanfaatkan rumah tersebut untuk beristirahat dan menghirup udara yang bebas polusi asap. Selain penyediaan Rumah Aman Asap dilakukan juga pembagian masker, layanan kesehatan, berbagi oksigen, dan penyediaan mobil klinik.

Perjalanan ekspedisi ini tidak berjalan dengan mudah, LAZNAS BSM Umat melalui Divisi Simpati Umat yang mengirimkan team sebanyak 2 orang dari Jakarta untuk melakukan assesment dan mensupervisi program tersebut tidak mendapatkan izin oleh pihak bandara untuk membawa oksigen portabel yang telah dibawa untuk dimasukkan kedalam bagasi pesawat sehingga harus mengirimkan barang tersebut melalui pesawat kargo, selain itu team terkena delay pemberangkatan kurang lebih selama 20 menit dikarenakan kondisi udara di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Riau tidak kondusif. Perjalanan udara yang memakan waktu terbang selama 1 jam 27 menit akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Pekanbaru Riau meskipun dari kaca jendela pesawat terlihat kabut asap yang mengganggu jarak pandang. Ketika menginjakkan kaki di Bandara Pekanbaru udara tidak sehat terhirup hidung, dengan segera team harus memakai masker yang sudah disiapkan. Setibanya di bandara, kawan dari Bank Mandiri Syariah Area Pekanbaru Bapak Sigit dan Bapak Vranda sudah menunggu kedatangan team LAZNAS BSM Umat, kedua team pun akhirnya bisa bertemu, bercengkrama dan menyusun rencana kegiatan untuk hari pertama di sana. Kedua team pun berjalan bersama menuju mobil yang akan menghantarkan perjalanan aktifitas ekspedisi mereka.

Selama perjalanan darat sekeluarnya dari bandara terlihat polusi asap mengganggu jarak pandang mobil team yang menuju ke lokasi yang akan dijadikan lokasi Rumah Aman Asap. Dari luar kaca mobil terlihat masyarakat yang memakai masker penutup hidung dalam aktifitasnya, namun tidak sedikit juga warga yang tidak memakai masker penutup hidung. Entah apa pertimbangan warga yang tidak memakai masker hidung dijalan tersebut.

Efek dari bencana polusi asap tersebut ikut juga dirasakan oleh anak Bapak Sigit yang masih balita umur 2 tahun. Anaknya mulai menderita ISPA akibat dari polusi asap yang tidak kunjung hilang selama 2 minggu ini. Bapak Sigit ingin mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk mengungsi keluar dari Pekanbaru. Dari cerita Bapak Sigit tidak sedikit juga keluarga dari pegawai Bank Mandiri Syariah di Provinsi Pekanbaru yang telah diungsikan ke wilayah diluar Pekanbaru. Aktifitas sekolah pun harus terhenti.

Kurang lebih 24 menit perjalanan dari bandara ke lokasi program Rumah Aman Asap berhasil dilalui, lokasi tersebut berada di Perumahan Paris Ataya Jl. Sukakarya, Kota Pekanbaru. Lokasi tersebut berada di kawasan masyarakat berpenghasilan rendah. Jalan menuju lokasi pun tidak mulus masih banyak lubang disepanjang jalannya dan juga penataan jalan yang masih kurang rapih. Selesai dari lokasi tersebut team pun beralih ke opsi lokasi lain yang berada di kawasan Pemprov Riau yaitu di Masjid Muslimin, Tanah Datar, Kota Pekanbaru. Didekat masjid tersebut juga banyak pemukiman penduduk. Berbicara dengan salah satu pengurus masjid, masjid tersebut bisa saja dijadikan sebagai lokasi program, namun team masih mempertimbangkannya dikarenakan lokasi Rumah Aman Asap berada di salah satu ruang masjid yang tidak terpakai dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan ibadah jamaah.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 8 malam, diluar masjid pun kondisi udara sudah tidak memungkinkan karena kabut asap mulai terlihat pekat kembali, warga sekitar juga banyak yang hilir mudik memakai masker penutup hidung sehingga team memutuskan untuk menyudahi aktifitas hari ini dan mencari lokasi penginapan sementara untuk malam ini. #bersambung...