Gempa Halmahera, menyebabkan banyak kerugian

BSM Umat - Gempa berkekuatan 7.2 SR yang berpotensi menyebabkan tsunami mengguncang Sulut dan Malut pada hari minggu 7 Juli 2019 pukul 22.14 WIB. Gempa tersebut terjadi sebanyak 8 kali berada pada koordinat 0.54°LU dan 126.19°BT dengan magnitudo 7.2 pada kedalaman 36 km, berjarak 133 km barat daya Ternate, Maluku Utara. 7 Daerah terdampak diantaranya Kota Bitung, Ternate, Halmahera, Manado, Minahasa Bagian Selatan dan Minahasa Bagian Utara. 

Pusat gempa bumi berada di laut. Lokasi terdekat dari pusat gempa bumi merupakan Ternate, Maluku Utara. Lokasi tersebut dominan tersusun oleh batuan gunung api berumur Tersier hingga Kaurter. Batuan ini umumnya akan memperkuat efek guncangan gempa sehingga guncangan gempa akan lebih terasa.

Gempa bumi disebabkan oleh aktifitas subduksi di Punggungan Mayu. Gempa tersebut menyebabkan 160 rumah rusak, dan 1019 warga mengungsi. Menurut data BNPB untuk jumlah jiwa dan lokasi titik pengungsian pascagempa per Senin (15/7/2019) pukul 10.00 WIB.

1) Kantor Polsek Saketa = 89 orang

2) Kantor PDAM Saketa = 65 orang

3) Aula kantor Bupati Halmahera Selatan = 300 orang

4) Polres Halmahera Selatan = 170 orang

5) Masjid Raya Halmahera Selatan = 500 orang

6) Kantor Dinas Sosial Halmahera Selatan = 70 orang

7) Kodim 1509 = 45 orang

8) Rumah Dinas Ketua DPRD = 100 orang

9) Rumah Dinas Waka II DPRD = 50 orang

10) Rumah Dinas Bupati Halmahera Selatan = 70 orang

11) Gedung SMAN 5 Halmahera Selatan = 84 orang

12) Kantor Pemda Halmahera Tengah & Kantor DPRD Halmahera Tengah = 25 KK

Informasi ini terakhir didapatkan dari BNPB, Badan Geologi – KESDM, dan Kapolres Halmahera Selatan.