Gigih Menghafal Al Qur'an , BSM Umat Bagi-bagi Mushaf Al qur'an Braille untuk Para Tuna netra Soleh ini

BSM Umat - Sejak ba'da Dzuhur, lantunan ayat suci Al Quran menggema dan terdengar dari jarak ratusan meter dari Yayasan Binaul Ummah. Tapi tidak ada yang menyangka kalau ternyata lantunan merdu tersebut berasal dari sahabat-sahabat tunanetra yang sedang mengaji di pendopo yayasan tersebut. Tidak kurang dari 80 orang hadir dan melantunkan ayat ayat suci Al Quran secara bergantian.

Bertempat dikediaman Ust Barra,  kegiatan dilakasanakan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh koordinator Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) pak Dede dan perwakilan dari BSM Umat. Dalam pembukaannya ketua ITMI menyampaikan aktivitas yang telah berjalan selama ini dan cerita-cerita perjuangannya sebagai tuna netra. 

Semakin siang, satu persatu para peserta pengajian rutin tersebut makin ramai. Ada yang berjalan kaki bersama istrinya, ada pula yang diantar oleh sanak saudara. Walau mempunyai keterbatasan, mereka tidak pernah merasa kesulitan untuk hadir di majlis ilmu tersebut, walau cuaca tropis di Bekasi yang cukup menghangatkan. Semangatnya untuk menjadi seorang Hafidz tidak bisa mengalahkan keterbatasan yang mereka miliki.

Satu persatu Al Quran Braile pun dibagikan kepada para sahabat tunanetra yang hadir. Tangan-tangan lembut mulai meraba dan membaca serta melantunkan ayat Al Quran dengan lantang dan lugas. Sekilas, tidak ada yang berbeda dengan majlis yang sering kita singgahi, hanya Al Quran dan keterbatasan yang menjadi pembeda. Bahkan mungkin semangat mereka lebih tinggi dari pada keingin kita yang diberikan kemudahan oleh Allah Subahanhu Wa Ta'ala.

"Walau kami memiliki keterbatasan, tapi semangat dan keinginan kami untuk hafidz jauh lebih besar dari penghalang tersebut", tutur Bapak Dede, Ketua Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia.

Cerita menginspirasi lain yang dapat diperoleh adalah ketika salah satu dari mereka memiliki kemampuan cuci steam dan jual beli handphone. Dan menurut pelanggannya cucian motornya adalah yang terbaik. Jadi keterbatasn tidak bisa menghalangi untuk berkreasi menjadi yang terbaik karena sejatinya mereka pun tidak ingin menjadi beban orang lain dan ingin mandiri seperti orang-orang lainnya.