Hardiknas, Mahasiswa ISDP Laznas BSM Siap Berkarya untuk Umat

Laznas BSM Umat - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei, selalu dijadikan momentum untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Pasalnya sampai saat ini masih banyak anak yang belum sepenuhnya merasakan pendidikan hingga tingkat akhir.

Hal inilah yang kemudian menginspirasi Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSM Umat) untuk menginisiasi para mahasiswa/i berprestasi bergabung dalam Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). 

ISDP merupakan program beasiswa berupa uang saku, uang SPP, pembinaan spiritual, permodalan, pelatihan/magang kewirausahaan, serta pendampingan usaha. Ada 50 mahasiswa mendapat beasiswa ISDP Laznas BSM Umat, yang terbagi menjadi dua yang berasal dari dua Perguruan Tinggi Negeri.

Sebanyak 25 mahasiswa yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan 25 lainnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 50 orang ini punya berbagai macam latar belakang yang berkecimpung di dunia wirausaha.

Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat Rizqi Okto Priansyah mengatakan, tujuan kegiatan ISDP ini untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai bidang sociopreneur secara umum. "Sekaligus membangun, memotivasi serta mengembangkan minat dan bakat untuk mampu meningkatkan potensi diri setelah lulus dari jenjang perguruan tinggi menjadi entrepreneur sejati," tutur Rizqi Okto.

Menurut Rizqi, para mahasiswa dituntut mampu memberikan dampak positif khususnya dari sisi sosial ekonomi masyarakat. Karena mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan (agent of change), diharapkan tidak hanya memberi perubahan dari segi intelektualitas, melainkan mampu menjadi entrepreneur yang terampil dan mandiri.

"Bersama BSM dan Laznas BSM Umat, mahasiswa diberikan beasiswa, pendampingan dan pengetahuan untuk menjadi pengusaha yang sukses," ucapnya.

Baru-baru ini salah seorang mahasiswa penerima beasiswa ISDP Laznas BSM Umat, Muhammad Khoerul Fadli mendapat kesempatan berangkat ke Jerman untuk mempresentasikan karya penelitiannya terkait susu hewan seperti kambing atau sapi.

Menurut Fadli dari hasil penelitiannya, bahwa semakin besar ukuran puting (ambing) hewan maka makin banyak produksi air susunya. "Dan ketika ada event ICONIC di Hannover, Jerman saya coba apply dan alhamdulillah lolos. Sehingga saya akan presentasikan pada 28-29 April di event tersebut," kata Fadli yang merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan UGM angkatan 2015 ini.

Untuk diketahui, ICONIC merupakan Konferensi Komunitas Intelektual Terpadu di Hannover, yang menjadi ajang pertemuan para saintis Indonesia di Jerman, juga sebagai wadah pengambil kebijakan dalam bertukar wawasan.

Di sisi lain, ada sejumlah mahasiswa penerima beasiswa ISDP Laznas BSM Umat lainnya yang juga punya prestasi cemerlang. Sebut saja Lili Salita mahasiswi aktif IPB yang memberdayakan ekonomi lokal daerahnya di Lampung, yakni pengolahan hasil laut.

Kemudian Latifriansyah sudah menjadi pengusaha muda yang mempunyai cafe iwake. Prinsip pemuda kelahiran Sleman, 17 November 1995 ini di mana tangan di atas, membuatnya sudah  terbiasa mandiri sejak kecil. Berasal dari keluarga yang sangat sederhana membuat Latif harus mencari uang sendiri dengan cara mengumpulkan botol, kertas bekas atau sampah yang mengantarkannya menjadi seorang pengusaha.