Laz BSM Bersama MAI Resmikan Pemberdayaan Kepiting Soka

Laznas BSM Umat - Tidak salah jika Budidaya kepiting soka merupakan salah satu peluang usaha yang bisa mendatangkan untung besar. Pasalnya, selain popularitasnya, membuat kepiting jenis ini  banyak diburu konsumen, karena seluruh bagian dari kepiting ini bisa disantap.

Hal inilah yang menjadikan tiga lembaga sosial yakni, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Lembaga Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra (LAZNAS BSM) Umat, bersinergi untuk menumbuhkembangkan budidaya kepiting soka.

Direktur Eksekutif Laz BSM Umat Rizqi Okto Priansyah mengatakan, sinergisitas ini penting agar bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. "Diharapkan budidaya kepiting soka ini, kehidupan masyarakat bisa terangkat dan kalau bisa budidaya ini menjadi mata pencaharian utama," kata Rizqi Okto saat melakukan kunjungan dan peresmian Program Pemberdayaan Kepiting Soka, di Desa Kaliwlingi, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (21/10/2017).

Rizqi Okto menjelaskan, tentunya sebelum para pembudidaya kepiting soka ini melakukan kegiatannya secara langsung, diberikan dahulu pengetahuan dan teknik tentang usaha budidaya kepiting soka. "Ada pendampingan kepada mereka, dengan harapan mereka berhasil dan bisa membentuk kelompok, yang diharapkan kelompok-kelompok ini terus membesar dan memperluas jaringannya," tutur Rizqi.

Untuk diketahui, kepiting soka atau soft shell grab adalah istilah kuliner untuk kepiting yang baru keluar dari cangkang lamanya, sehingga cangkang dari kepiting tersebut masih lembut. Lalu setelah terjadinya pelepasan cangkang kepiting yang keras tadi, kepiting soka dikeluarkan dari air dengan segera, hal ini bertujuan untuk mencegah pengerasan kembali cangkang kepiting tersebut.

Sehingga hampir seluruh bagian dari kepiting soka ini dapat dimakan, daripada kepiting jenis biasa yang harus dibuka cangkangnya terlebih dahulu sebelum memakan dagingnya. Hal ini menjadikan kepiting soka menjadi primadona bagi para pecinta sea food.