Laz BSM Umat Gelar Pelatihan Menuju Masjid Bersertifikasi ISO 9001

Laznas BSM Umat - Bagi umat Islam, masjid merupakan salah satu pusat kegiatan beribadah dan juga aktifitas lainnya seperti dakwah dan syiar Islam. Hal ini yang menjadi salah satu perhatian Laznas BSM Umat, untuk memajukan sejumlah masjid di Indonesia. Perhatian itu dilakukan dengan mengadakan Pelatihan dan Studi Banding Pengelolaan Masjid menuju Sertifikasi ISO 9001.

Sertifikasi ISO 9001 yang dimaksud adalah standar internasional di bidang sistem manajemen mutu atau International Organization for Standardization. Di mana suatu lembaga atau organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk atau jasa yang dihasilkannya.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri ini merupakan rangkaian program BSM Mengalirkan Berkah yang menjadi salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) BSM dan Laznas BSM Umat yang diselenggarakan 5-6 April 2017.

Direktur Eksekutif Laznas BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah untuk menjadikan setiap masjid yang berada di lingkungan kerja BSM sebagai pusat dari segala kegiatan. Sehingga diakuinya, diperlukan peningkatan kapasitas pengurus masjid dalam mengatur aktivitas masjid.

"Saat ini baru ada dua masjid dari total 850.000 masjid di Indonesia yang sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001. Insya Allah setelah Yogyakarta, kami akan melakukan pelatihan sejenis di kota-kota lain," kata Rizqi Okto di Yogyakarta, Rabu 5 April 2017.

Sementara Senior Executive Vice President (SEVP) BSM Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, melalui program BSM Mengalirkan Berkah, BSM mengajak seluruh stakeholders termasuk nasabah untuk menciptakan nilai tambah dalam bisnis.

"Sejalan dengan pilar pelaksanaan CSR BSM yaitu spiritualisme, nasionalisme, dan kesejahteraan, kami concern pada pengelolaan manajemen masjid yang sudah seharusnya dilakukan secara profesional," kata Ade Cahyo di sela pelatihan.

"Keberadaan masjid di tengah masyarakat memiliki makna strategis untuk meningkatkan spiritual, pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Pelatihan ini diikuti 42 peserta perwakilan 21 masjid  binaan Kantor Cabang dan Region BSM di seluruh Indonesia. Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan pemahaman service excellent kepada jamaah, pengenalan SOP pelayanan berbasis ISO, strategi pemberdayaan masjid dan manajemen keuangan masjid. Selain itu, peserta akan diajak studi banding ke Masjid Jogokariyan yang sering menjadi inspirasi dan rujukan bagi masjid-masjid lain dalam hal manajemen pengelolaannya.