Pengabdian Bu Hajar Mengantarnya ke Tanah Suci

BSM Umat - Dari sudut pulau Ambon, di sebuah Madrasah Tsanawiyah Negeri terkemuka disana, lahirlah pemain-pemain Sepakbola Timnas Indonesia berbakat yang tanpa disadari mereka pernah menjalani pendidikan menengah pertamanya sebelum memasuki karier profesional sepakbola. Inilah MTSN 1 Desa Tulehu, Maluku Tengah sejak dulu telah menjadi perhatian namun dibalik itu terselip kisah pilu.

Berbekal Pendidikan Sarjana Syariah dengan kemampuan Bahasa Arab yang mumpuni, seorang guru separuh baya  bernama Siti Hajar, telah mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk mengajar, sebagai Guru Agama dan Bahasa Arab di beberapa Madrasah dan Pesantren di sekitar Tulehu. 

Ibu Hajar adalah sosok yang dikenal sangat dekat di lingkungan tempat tinggalnya, usai mengajar di Madrasah, sore harinya beliau mengajar di Pesantren Al Anwariyah, Desa Tulehu. "Beliau saya kenal sejak di Jakarta dan pada tahun 2000 an kembali ke desa ini usai konflik saat itu, untuk mengajar ilmu agama dan bahasa Arab" ujar seorang pedagang pisang ara disimpang rumah ibu Hajar. 

"Kami sangat menghargai pengabdian beliau, dengan (MTSN 1 Maluku Tengah) menerima beliau disini kami berharap dapat membantu beliau meski jauh dari kecukupan" ujar Kepala Madrasah Drs M. Saleh Lestaluhu. Apa yang diterimanya dalam sebulan sepertiganya habis untuk transportasi beliau, ada harapan beliau lainnya usai Sertifikasi Guru digenggamnya.

Keberkahan menyelimuti Tulehu, bertepatan dengan Milad Bank Syariah Mandiri, kado terindah dari ummat melalui Laznas BSM Umat yang diberi amanah oleh Bank Syariah Mandiri memberikan Umroh ke Baitullah kepada ibu Siti Hajar. Alhamdulillah, salah satu keinginan beliau untuk berziarah ke tanah suci bisa terwujud.

Hal itu terjadi pada saat Apel pagi Kepala MTSN mengumumkan bahwa saat itu ada panggilan untuk ibu Siti Hajar ke Kantor Kepala Madrasah. Sepucuk surat diberikan oleh seorang yang  diketahui dari Pemerintah Pusat berkenaan komplain orang tua murid atas kedisiplinan para guru dalam mengajar. Tak disangka, beliau diminta untuk membacakan komitmen mewakili guru-guru, tanpa disangka pada saat surat komitmen dibuka tampaklah wajah kebahagiaan dengan penuh syukur dengan linangan air mata tampak membasahi pipi beliau.. "Alhamdulillah, Allah kabulkan doa saya, berkah untuk saya telah bersama (menabung) di BSM sejak 2011" ujar beliau dengan haru.

Salah satu Direksi Bank Syariah Mandiri yang saat itu menyaksikan, langsung menyambut kebahagiaan ibu Hajar untuk  menyampaikan kabar baik kepada keluarga dan bersiap diri untuk menjalankan ibadah umroh. "Ini menjadi tanggung jawab kami (Syariah Mandiri) dengan mewujudkan mimpi beliau yang telah mengabdi untuk generasi masa depan umat. 

"Selamat Milad Bank Syariah Mandiri ke 19 tahun, Semoga semakin produktif, inovatif dan peduli." tutup ibu Hajar penuh syukur.