Santunan Pendidikan Cegah Mereka Putus Sekolah

Laznas BSM Umat - Dunia pendidikan adalah dunia untuk semua golongan dan lapisan masyarakat. Namun yang menjadi kendala terbesar terkait pendidikan ini adalah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Padahal, dalam komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030 Bidang Pendidikan, setiap negara harus bisa memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam pendidikan.

Targetnya, tersedianya pendidikan dasar dan menengah secara universal yang inklusif, setara, dan berkualitas. Melihat fenomena di atas, tentang target dan pemberdayaan sumber daya manusia, tentunya Laznas BSM Umat berkewajiban untuk mencegah sejumlah siswa putus sekolah.

Lewat Program Santunan Pendidikan, Laznas BSM Umat mengucurkan dana kepada beberapa siswa/i yang kesulitan dalam pembiayaan pendidikan, yang bersekolah di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Penanggung Jawab Program, Sodik mengatakan, bantuan dana pendidikan ini diberikan sebagai kepedulian Laznas BSM Umat terhadap sulitnya kalangan menengah bawah untuk bisa mendapatkan pendidikan. Diakui Sodik santunan ini diberikan dari proposal yang diterima manajemen Laznas BSM Umat.

"Mereka (para orang tua) mengajukan proposal, kita survei dan datang ke lokasi. Bahwa memang benar ada tunggakan dari sekolahnya, lalu manajemen putuskan dan disetujui untuk diberikan bantuan," tutur Shodik saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Kantor Laznas BSM Umat, Jakarta, Kamis 6 April 2017.

Pria yang selalu tampil dengan senyumannya ini menuturkan, kendala biaya yang dihadapi para orang tua siswa/i adalah karena pekerjaannya dengan gaji mereka yang tidak cukup untuk menutupi biaya pendidikan sang buah hati. "Mereka kurang mampu dan penghasilan orang tua berpendapatan menengah ke bawah, ada yang tukang tisu, pedagang di terminal, ojek, buruh kuli bangunan, buruh cuci," ucapnya.

Untuk kali ini, Laznas BSM Umat memberikan santunan dana berkisar Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta. Kisaran tersebut disesuaikan dengan besaran tunggakan pendidikan yang dialami para siswa/i.