Sedekah Tidak Harus Banyak yang Penting Rutin

Laznas BSM Umat - Dalam perjalanan waktu seseorang pasti akan menemukan cinta sebagai peraduan. Tapi ini bukan cinta tentang dua sejoli yang giat memadu kasih. Ini berupa cinta tentang kebiasaan sedekah yang menjadi rutin dalam kehidupan.

Cinta bersedekah dan berbagi memiliki tautan yang lekat dengan kemanusiaan. Ada upaya dan usaha yang dilakukan untuk menggapai cinta bersedekah. Sedekah itu ibarat sebuah tumbuhan, berawal dari bibit, menjadi tumbuhan muda, hingga menjadi pohon yang menjulang.

Sedekah yang dilakukan meski sedikit tapi rutin, pastinya bakal menjadi tumpukan kebaikan untuk mu dan keberkahan bagi mereka yang telah merasakan dari kebaikan yang telah kau berikan. Tak akan ada yang sia-sia dalam kebaikan yang telah dilakukan. Karena cinta bersedekah bukan tentang materi, tapi ini soal meresapi fitrah seorang manusia yang menjadi kemanusiaan, di mana ada rasa saling membutuhkan dan memberikan untuk orang-orang yang membutuhkan.

“Engkau tak akan mendapatkan kebaikan apa pun hingga kalian menyedekahkan sebagian harta yang paling kalian cintai. Ketahuilah, apa pun yang kalian infakkan, Allah pasti mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

Bahkan seiring perjalanan waktu karena terus bertambahnya kerinduan seseorang terhadap cinta bersedekah ini, jumlah harta yang disedekahkan menjadi bertambah dan terus berusaha menambahnya. Sedekah bagi mereka menjadi candu, candu yang merindu, merindu bersedekah untuk umat.

Pasalnya, mencintai harta tidak selamanya membuat orang bahagia. Ada nilai keberkahan saat seseorang memiliki harta.Karena itulah, sedekah yang Nabi SAW anjurkan sebetulnya menjadi penawar bagi harta yang kita miliki. Selain mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, sedekah juga membuat manusia itu tenang dan tenteram.