Wakaf Al-Qur’an Braile : Cahaya Al-Qur’an untuk Muslim Tuna Netra

BSM Umat – Ramadhan tahun 2020 berbeda dari tahun sebelumnya. Ditengah kondisi serba keterbatasan, kebermanfaatan untuk umat harus tetap berjalan. Kondisi keterbatasan ini sudah dirasakan oleh para tuna netra dalam membaca Al Quran.

 

Salah satu sosok sahabat Rasulullah SAW yang dimuliakan oleh Allah SWT adalah Abdulllah Ibn Maktum. Ia sosok pembelajar yang selalu bersemangat dalam mempelajari Al-Qur’an walaupun kondisi matanya yang buta. Bahkan Rasulullah SAW pernah sampai ditegur oleh Allah karena tidak memprioritaskan Abdullah Ibn Maktum yang ingin belajar Islam ke beliau, kisahnya pun sampai diabadikan dalam surat Abasa. Dalam kisahnya, Abdullah Ibn Maktum juga diberikan kepercayaan oleh Rasulullah untuk menjadi muadzin bergantian dengan Bilal bin Rabbah.

 

Saat ini teman-teman tuna netra telah diberikan fasilitas yang mendukung untuk mempelajari agama, tetapi mereka banyak yang masih kesulitan untuk bisa membaca Al-Qur’an. Hal ini terjadi karena memang sangat sulit untuk mendapatkan Al-Qur’an khusus untuk tuna netra yang biasa disebut dengan Al-Qur’an Braille.

 

Melihat kondisi tersebut Laznas BSM Umat bersama Yayasan Umi Maktum Voice sudah tergerak sejak tahun 2019 untuk bekerjasama dalam hal melakukan pembinaan dan mengajarkan Al Qur’an Braille kepada tuna netra. Hal ini dilakukan sebagai salah satu usaha dalam rangka pemberantasan buta huruf Al Qur’an, sehingga setiap tahun akan terus bertambah tuna netra yang bisa membaca memahami dan mengamalkan Al Qur’an.

 

Dimulai pada tahun 2019 Laznas BSM Umat telah berhasil dana Wakaf Al Qur’an Braille dari nasabah dan pegawai Bank Syariah Mandiri sebesar Rp 90.750.000, dari uang tersebut sudah berhasil tersalurkan sebanyak 55 set Al Qur’an Braille kepada para tuna netra yang telah disalurkan ke 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Gorontalo dan Sumatera Selatan. Adapun pengadaan penyaluran dan pembinaan Al Qur’an Braille bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice.

 

Kemudian pada tahun 2020 ini Laznas BSM Umat mendapatkan amanah dana Wakaf Al Qur’an Braille dari nasabah dan pegawai Bank Syariah Mandiri meningkat pesat menjadi sebesar Rp 431.336.517 di bulan Maret 2020. Dengan meningkatnya dana Wakaf yang diperoleh membuat Laznas BSM Umat berencana memperluas kerjasama pengadaan penyaluran dan pembinaan Wakaf Al Qur’an Braille. Hal ini agar jangkauan manfaat untuk menyebarkan dan pembinaan Al Qur’an Braille lebih luas lagi, setelah pada tahun 2019 hanya bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice, maka pada tahun 2020 juga akan penyaluran Al Qur’an Braille tadarus bersama Yayasan Raudlatul Maktufin.

 

Terkait pola kemitraan bantuan pada tahun 2020, untuk Penyaluran Wakaf Al Qur’an Braille tadarus ukuran 15 x 25 cm akan bekerjasama dengan Yayasan Raudlatul Maktufin Yayasan Raudlatul Maktufin. Selain mencetak Al Qur’an Braille terjemah dan tadarus, mereka juga memiliki program pembinaan Al Qur’an Braille di seluruh Indonesia. Kemudian untuk penyaluran Wakaf Al Qur’an Braille terjemah ukuran 25 x 30 cm akan bekerjasama dengan Yayasan Umi Maktum Voice Yayasan Umi Maktum Voice selain mencetak Al Qur’an Braille terjemah juga memiliki program pembinaan Al Qur’an Braille di seluruh Indonesia. Sehingga selain mendapatkan Al-Qur’an Braille, sahabat tuna netra akan dibina dan dibimbing untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

 

Program ini rencananya akan dilaksanakan selama 9 bulan terhitung dari mulai April 2020 sampai dengan Desember 2020. Kriteria penerima manfaat program ini adalah Tunanetra muslim/muslimah yang mengikuti program pembinaan Al Qur’an bersama dengan yayasan komunitas yang menyelenggarakan pembinaan belajar mengaji tuna netra.

 

Dalam hal jumlah wakaf Al Qur’an yang akan disalurkan sebanyak 255 set Al Qur’an Braille. Data sebaran penyaluran sudah di assessment oleh mitra penyaluran berdasarkan permintaan kebutuhan paket Al Qur’an Braille yang masuk kepada mitra. Disalurkan ke 14 provinsi dari Aceh sampai Maluku Utara, dengan provinsi terbanyak yang memperoleh bantuan adalah di Jawa Tengah (82), NTB (50) dan Jawa Barar (42). Harapannya dalam program ini bisa Memberikan kemudahan dalam mendapatkan Al Qur’an Braille bagi tunanetra muslim di seluruh Indonesia, sehingga nantinya muslim Indonesia akan bebas dari buta baca Al-Qur’an.

Jenis: 
AddThisBerita: