Pentingnya Qurban

BSM Umat - Dalam Al quran surah al-Kautsar [108] ayat 1-2 :

  1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
  2. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu; dan berQurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

Beriringan Allah menyebutkan kenikmatan yang besar, juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mendirikan shalat dan berqurban sebagai bukti rasa syukur atas nikmat-nikmat itu.

Qurban menurut bahasa arab berasal dari kata qoroba – yaqribu berarti dekat. Dalam istilah ilmu fiqh qurban disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti menyembelih hewan pada waktu yang telah ditentukan dengan diniati ketaatan dan ibadah.

Qurban pada hakikatnya adalah tidak sekedar mengalirkan darah binatang sembelihan, tidak sekedar memotong hewan qurban. Namun, lebih dari itu, berqurban berarti sebuah ketundukan seorang hamba secara total terhadap perintah Allah dan sikap menghindar dari hal yang dilarang- Nya.

Hukum berqurban adalah sunnah muakkad, yaitu sunah yang memiliki dasar kuat. Nabi Muhammad Saw. tidak sekalipun melewati ibadah qurban semasa hidupnya hingga Ia dipanggil oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Idul Qurban yang lebih dicintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (berqurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan itu akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kukukukunya, dan bulu-bulunya.

Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah—sebagai Qurban—di mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya." (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Baca juga: https://www.bsmu.or.id/berita/manfaat-dan-keutamaan-berqurban

Berqurban juga merupakan tanda baiknya keislaman seseorang. Rasul SAW bersabda, "Barang siapa yang mendapati dirinya dalam kelapangan lalu ia tidak mau berQurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Id kami." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Imam Malik dan Imam al-Syafi’i mengukuhkan ibadah qurban sebagai sunnah muakkad. Hukum ibadah qurban wajib juga dijalani muslim yang mampu secara finansial dan tidak sedang bepergian atau safar. Hal ini ditegaskan oleh Imam Abu Hanifah (Ibnu Rusyd al-Hafid: tth: 1/314).

Pentingnya ibadah qurban ini juga tercermin dari 2 masa di perintahkannya berqurban yaitu zaman nabi adam ketika memerintahkan habil dan kabil menyerahkan Qurban kepada Allah dan pada zaman nabi Ibrahim a.s yang diperintahkan untuk menguurbankan anak tercintanya ismail.

Undefined
Kategori: 
Gambar: