Berbagi Listrik Untuk Petani Kopi dan Aren

BSM Umat - Sindanggalih adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Karangpawitan dan letaknya berdekatan dengan Tasikmalaya. Desa ini dikenal sebagai desa yang memproduksi kopi dan gula aren. Hal ini didukung oleh letak geografisnya yang berada di kaki gunung Galunggung yang memiliki cuaca yang cukup sejuk sehingga menunjang untuk Kopi dan Aren. Tapi sangat disayangkan, fasilitas dan alat penunjang produksi sangat tidak memadai. Bahkan mereka tidak memiliki listrik di lahan dan tempat produksi mereka.

Melihat potensi Kopi dan Aren yang sangat tinggi disana, BSM Umat berinisiatif menyediakan listrik untuk kegiatan produksi dan menerangi hutan tempat mereka bekerja yang terletak di gunung Galunggung, melalui program Berbagi Listrik. Listrik yang digunakan berasal dari energi matahari yang dikonversi menjadi listrik. BSM Umat menyediakan panel surya dan tenaga pemasangan yang nantinya akan memasang di tempat produksi.

Sejak Jum’at pagi (20/9) tim BSM Umat dan warga sudah siap untuk berangkat ke atas gunung untuk melakukan pemasangan Solar Panel. Sebanyak 6 solar panel besar, rangka solar panel dan peralatan pemasangan lainnya dibernagkatkan dari Gudang Kopi ke hutan tempat mereka bekerja di Gunung Galunggung. Karena medan yang sangat tidak memadai untuk kendaraan bermotor dan juga jalan yang sangat terjal, akhirnya perlatan tersebut dibawa dengan berjalan kaki menaiki gunung Galunggung. Perlu diketahui, berat dari satu solar panel adalah 30 Kg dan berat dari satu buah inverter sekitar 50 Kg. Dan juga berat dari Aki yang digunakan untuk menyimpan listrik dari Solar Panel sekitar 40 Kg dan semua diangkat ke atas dengan cara mengendonggnya.

Jalan terjal dan vertikal menjadi makanan sehari-hari bagi para petani kopi dan gula aren ini. Waktu temput yang juga lama menjadi hal yang biasa mereka lalukan. Untuk menempuh perjalan dari rumah ke tempat produksi mereka membutuhkan waktu sekitar 2-3 Jam.

Setelah sampai para siang menjelang sore hari, tim langsung bergegas melakukan pengecoran lokasi pembangunan Solar Panel dan juga pemasangan bracket. Hal ini juga lumayan menyita waktu karena harus menunggu semen untuk kering, baru bracket bisa dipasang. Selain itu, tim juga berpacu dengan waktu karena gelap semakin dekat sampai akhirnya proses pemasangan harus ditunda sampai besok pagi karena alasan keselamatan kerja dan juga jalan pulang yang sangat gelap karena tidak adanya listrik yang tersedia untuk menerangi jalanan dan lokasi kerja.

Sabtu pagi  21/6 tim kembali ke lokasi untuk menyelesaikan proses pemasangan. Setelah perjalanan yang panjang, akhirnya tim sampai lokasi sekitar pukul 10 pagi. Pemasangan selesai pukul 16.00 sore hari dan telah dilaksanakan pengetesan dengan menggunakan bor listrik. Panel Surya telah berfungsi dan akhirnya hutan dan gunung mereka bisa diterangi.

“Terima kasih kepada rekan-rekan dari Laznas BSM Umat yang udah jauh jauh kerisini untuk masang Solar Panel. Akhirnya hutan kita bisa terang dan produksi kita bisa ditingkatkan lagi” tutur Bapak Janjan Pardiana, Ketua RW 001 Desa Singanggalih.

Hal ini tidak lepas dari donasi para donatur yang telah menyisihkan hartanya untuk sesama melalui BSM Umat. Semoga kedepannya makin banyak desa-desa lain yang terbantu dan terbina oleh BSM Umat.