Jerit Dan Tangis Korban Longsor Ponorogo

Laznas BSM Umat - Longsor yang terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu 1 April 2017 menyisakan duka mendalam bagi para korban. Kala itu saat detik-detik longsor terjadi, teriakan dan histeris terdengar dari dusun yang terletak di bawah bukit lokasi longsor.

Sejumlah orang lari tunggang langgang sibuk mencari selamat. Beruntung bagi mereka yang masih diberi keselamatan dari bencana ini. Namun di sisi lain, masih banyak korban yang belum ditemukan dari bencana ini.

Tercatat, baru empat korban jiwa yang berhasil diangkat dari timbunan tanah. Empat orang itu yakni, jenazah Sumaryono, Katemi (70), Iwan Danang Suwandi (30), dan Sunadi (47). Sementara diperkirakan ada 24 korban yang masih tertimbun material longsor.

Bahkan belum juga air mata ini kering dari kelopak mata, belum juga duka reda dari dada para korban. Pada Minggu 9 April terjadi longsor susulan, akibatnya dua rumah, satu eksavator, dan empat sepeda motor tertimbun material longsor. Melihat kondisi medan yang rawan terjadi longsor susulan, akhirnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus mengambil langkah untuk menghentikan pencarian para korban.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kondisi medan yang berat dan adanya ancaman longsor susulan, menyebabkan semua pihak maupun keluarga, menyepakati bahwa pencarian korban dihentikan.

Saat ini sebanyak 300 jiwa masih mengungsi. Tentunya mereka membutuhkan kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan. Melihat fenomena ini, Laznas BSM Umat sebagai lembaga sosial terpanggil untuk membantu para korban.

Mungkin Sahabat Amil, tidak mengenal mereka, namun pasti ada rasa kemanusiaan kita untuk tergerak membantu mereka. Tegakah kita melihat mereka menahan lapar hingga meninggal? Yuk bantu mereka, uluran tangan dan bantuan mu sangat berarti bagi mereka.